- arsip artikel kesehatan
Update terakhir: 12/02/2013
Update terakhir: 31/01/2013
Update terakhir: 11/10/2012
Update terakhir: 11/10/2012
Update terakhir: 19/06/2012
artikel kesehatan
Kenalkan Anak Pada Dokter Gigi..!!
’’Namanya juga anak-anak!’’
Hm, orang tua tentu sering mendengar atau bahkan mengucapkan kata-kata itu. Entah bernada maklum, kesal, meremehkan, atau pun kasihan, yang pasti dalam ungkapan tersebut anak selalu berada dalam ranah ’’pengecualian’’.
Pengecualian atau perlakuan khusus itu barangkali memang harus diberikan pada anak. Bukan memanjakan, tapi semata karena memang ada banyak hal dalam diri anak yang harus diperhatikan karena anak bukan miniatur orang dewasa.
Sebagai contoh, perihal kesehatan anak, khususnya kesehatan gigi anak. Tentu saja merawat gigi pada anak-anak berbeda dengan orang dewasa, karena berhubungan dengan tumbuh-kembang fisik dan psikologis anak.
Drg Teguh Persetya Hery Purnomo Sp KGA, dokter spesialis gigi anak, menyatakan pentingnya hal tersebut. ’’Tumbuh kembang gigi anak adalah suatu proses perawatan gigi yang menyeluruh dan berkesinambungan,’’ kata dokter mitra RS Telogorejo tersebut.
Tentu saja, berkomunikasi dengan orang dewasa akan berbeda dengan anak. Bagi orang tua, tentu tahu benar hal itu. Orang tua adalah motivator, bukan sekadar memberitahu. Misal tentang bagaimana cara merawat gigi yang baik, sejak kapan dilakukan, dan apa yang dilarang. Untuk mengetahui hal tersebut, orang tua perlu mendapatkan bekal, mengenai dental health education dan tooth brush instruction.
Pasalnya, perawatan yang terlambat terhadap gigi anak bisa beresiko, mulai dari gigi mengalami rampant caries (berlubang keseluruhan) radang gusi serta timbulnya polip. Orang tua pun harus harus juga memperhatikan segi estetika. Gigi tumbuh berjejalan, gingsul serta maju (tonggos) bisa mengurangi rasa percaya diri anak di kemudian hari.
Merawat gigi anak sejatinya mulai dilakukan sejak gigi susu mulai muncul. ’’Hal ini penting karena anak akan terbiasa dibersihkan giginya dan pada akhirnya secara mandiri akan mampu membersihkan gigi secara benar,’’ saran drg Teguh.
Setelah itu, menginjak tahap usia selanjutnya, mulailah konsultasikan perihal gigi anak ke dokter gigi spesialis anak. Jangan lupa untuk menanyakan, bagaimana merawat gigi yang benar, dari membersihkan gigi, mencegah gigi berlubang, dan perawatan apa yang harus dilakukan seandainya gigi anak tumbuh kurang estetis.
’’ Nah, mumpung masih usia dini, cobalah untuk ‘menata’ gigi mereka, agar lebih estetis dipandang. Susunan gigi yang mengalami kelainan posisi (malposisi) akan mempengaruhi fungsi estetis, fungsi bicara dan fungsi pengunyahan,’’tambah drg Teguh.
Caranya, adalah dengan perawatan preventif orthodontic atau ortodonsi pencegahan. Gigi yang rusak atau tidak rata, tak hanya berpengaruh pada penampilan anak, tapi juga fungsinya. Perawatan ortodonsi pencegahan ini bertujuan menjaga dari bad habbit (kebiasaan buruk: seperti menggigit kuku dan bibir), menyediakan ruang untuk gigi yang akan muncul, serta memperbaiki susunan gigi yang tidak teratur.
Namun, yang lebih penting, jauh sebelum berbicara tentang perawatan gigi anak adalah bagaimana agar anak merasa nyaman ketika dibawa ke dokter gigi. Di sinilah salah satu pentingnya peranan dokter gigi anak.
Tatap muka pertama biasanya ‘‘hanya’’ digunakan untuk menentukan, apakah anak telah siap mendapatkan perawatan gigi, kooperatif, potensial kooperatif atau tidak kooperatif. ’’Dari pola-laku anak, kami nantinya akan bisa melihat, tindakan apa yang harus kami lakukan. Intinya, agar anak tidak mengalami rasa cemas atau takut berlebihan yang berujung pada trauma psikologis,’’ pungkas pria murah senyum tersebut.
Ya, pemeriksaan dini adalah kuncinya. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Hotline Service RS Telogorejo, 081 6666 340 atau (024) 8448448 Ext. 6205
Update terakhir : 07/02/2012
