- arsip artikel kesehatan
Update terakhir: 12/02/2013
Update terakhir: 31/01/2013
Update terakhir: 11/10/2012
Update terakhir: 11/10/2012
Update terakhir: 19/06/2012
artikel kesehatan
Waspadai Penyakit Varicella
Pernahkan Anda merasa sedikit demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu, dan lemah. Pada kasus yang lebih berat, bisa didapatkan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Beberapa hari kemudian timbullah kemerahan pada kulit yang berukuran kecil yang pertama kali ditemukan di sekitar dada dan perut atau punggung lalu diikuti timbul di anggota gerak dan wajah.
Ya, gejala-gejala hal tersebut diatas adalah khas untuk infeksi virus. Jika Anda pernah merasakan gejala diatas Anda patut mewaspadainya, kemungkinan anda terjangkit penyakit varicella atau cacar air. Cacar air merupakan penyakit kulit yang umum dikenal masyarakat. Hampir semua orang dari anak-anak sampai dewasa pernah terkena cacar air.
Menurut dr. Novie Widjaja, dokter klinik umum dan family care RS Telogorejo Semarang, varicella adalah infeksi primer akut yang disebabkan oleh Varicella Zooster Virus (VZV), menyerang ke kulit dan mukosa. ” Lenting kemerahan (vesikel) pada cacar air bentuknya khas seperti tetesan embun dan bening isinya. Varicella biasanya menyerang daerah punggung dan dada terlebih dahulu, kemudian dari sentral tubuh ke perifer (pinggir),”terangnya.
Kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding tipis. Ruam kulit ini mungkin terasa agak nyeri atau gatal sehingga dapat tergaruk tak sengaja. Jika lenting ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap (hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga beberapa waktu kemudian tidak akan meninggalkan bekas lagi.
”Namun, lain halnya jika lenting cacar air tersebut dipecahkan. Krusta akan segera terbentuk lebih dalam sehingga akan mengering lebih lama. kondisi ini memudahkan infeksi bakteri terjadi pada bekas luka garukan tadi. Setelah mengering bekas cacar air tadi akan menghilangkan bekas yang dalam. Terlebih lagi jika penderita adalah dewasa atau dewasa muda, bekas cacar air akan lebih sulit menghilang,”ujar dr Novie.
Karena sifat Varicella yang sangat mudah menular, maka perlu dilakukan usaha untuk mencegah kontak dengan penderita Varicella. “ Penderita cacar air menularkan penyakitnya ke orang lain melalui droplet (partikel cairan yang dikeluarkan dari mulut pada waktu bersin, batuk, atau berbicara yang mengandung kuman penyakit, yaitu virus Varicella-zoster) yang masuk ke tubuh orang sehat. Atau dapat juga melalui kontak langsung, bersentuhan dengan penderita. Misalnya lentingnya pecah, menempel ke tubuh orang lain maka akan menular. Setelah masuk ke tubuh manusia, virus akan memperbanyak diri dan menyebar ke jaringan setempat melalui aliran darah,”ungkapnya.
Masih menurut dr. Novie Widjaja, untuk pencegahannya, jika sudah ada orang yang terkena dapat menaikkan daya tahan tubuh, makan yang tinggi protein, minum vitamin-vitamin yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh atau dengan vaksin. “ Di poliklinik umum RS Telogorejo vaksinnya bernama varilrix, untuk dosisnya biasanya 2x penyuntikan, vaksin dianjurkan diatas umur 12 bulan sekali, diulang 3-4 tahun untuk anak. Untuk dewasa dapat dilakukan kapanpun terserah pada umur berapa, biasanya 1x dosis kemudian diulang sekali lagi sebulan kemudian, dapat disuntikkan lewat bahu atau paha,”terangnya.
Untuk pengobatannya, sebenarnya yang namanya infeksi virus itu dapat sembuh dengan sendirinya tergantung daya tahun tubuh, tetapi seringkali disertai infeksi sekunder. “ Misalnya saja jika ada batuknya, maka dibutuhkan anti biotik, ada panas diberikan paracetamol, gatalnya diberikan obat anti gatal, kalau anti virusnya sendiri dibutuhkan asiklofir, jadi bukan untuk mematikan tetapi lebih untuk menghambat perkembangbiakannya,”ujar dr Novie.
Setelah masa penyembuhan varicella, dapat dilanjutkan dengan perawatan bekas luka yang ditimbulkan dengan banyak mengkonsumsi air mineral dan juga mengkonsumsi vitamin C. “ Perawatan pasca penyembuhan intinya tidak boleh digaruk, jika digaruk tangan kita kotor pasti akan menyebabkan infeksi, jika infeksi sembuhnya akan susah. Jika pasien kuat untuk tidak digaruk sama sekali akan sembuh dengan sendirinya tanpa ada bekas,”terangnya.
Pada dasarnya, varicella bukan termasuk penyakit berbahaya. Virus ini menyerang ketika daya tahan tubuh seseorang sedang menurun. Dengan kata lain, walau tanpa diobati, bila daya tahan tubuhnya bagus dan sanggup melawan serangan virus, maka akan bisa sembuh dengan sendirinya.
Namun, penderita sebaiknya tetap dibawa ke dokter. Pertimbangannya tentunya dengan diberi obat, varicella tidak akan meluas sampai ke seluruh tubuh. Bisa dibayangkan bila varisella sampai mengenai daerah sekitar mulut, tentu akan mengganggu sekali. Padahal makin kompleks penyakit yang masuk ke tubuh, tentu penanganannya akan makin sulit dan akibatnya pun pasti lebih berat.
Jika Anda menginginkan konsultasi dokter kerumah, RS Telogorejo memiliki program Family Care yang dapat memberikan layanan kunjungan kerumah untuk kesehatan keluarga Anda. Anda dapat menghubungi Unit Family Care RS Telogorejo Semarang (024) 70707711. Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubungi klinik umum RS Telogorejo Semarang (024) 8448448 ext 6102 atau Hotline Service RS Telogorejo 0816666340. (Dela)
Update terakhir : 19/06/2012
