RS. TELOGOREJO
Karsa dan Karya Demi Kemanusiaan
HOME       |      HELPDESK        |        EMAIL      |        FILE SHARE      |        CONTACT
HOTLINE SERVICE 24 JAM  : 081 6666 340
PANDUAN ADMISI RAWAT INAP
DAFTAR TARIP

Copyright IT Dept. RS. Telogorejo. All rights reserved.
PIJAT BAYI PENGARUHNYA PADA TUMBUH KEMBANG



    Tangal 20 Februari 2010 RS Telogorejo mengadakan Peragaan Pijat Bayi dan ceramah kesehatan tentang Peran Pijat Bayi terhadap tubuh kembang anak. Acara yang berlangsung di Auditorium RS Telogorejo itu menghadirkan  pembicara  utama dokter Patricia Safariyani, Sp. A, MKes, dokter Spesialis Anak RS Telogorejo.  Acara yang diawali dengan pelatihan pijat bayi yang diikuti beberapa ibu dan bayinya itu nampaknya cukup diminati bagi ibu - ibu muda yang dengan telaten mengikuti pelatihan tersebut hingga berakhirnya pelatihan.
Dokter Patricia Safariyani, Sp. A, MKes dalam membuka ceramahnya mengutarakan bahwa touch (mengusap, menuru,  dan memijit) merupakan tindakan stimulasi dan intervensi. Dengan demikian tindakan itu  bisa meningkatkan neurotransmitter serotonin, terjadi penurunan hormon glucocorticoid (adrenalin & hormone stres lain) dan meningkatkan daya tahan tubuh. Pijat juga dapat menaikkan aktivitas vagal, sehingga terjadi pelepasan hormon gastrin, insulin, kolesistektokinin, yang pada akhirnya bisa berakibat menaikkan penyerapan saluran cerna pada saat bayi dipijat.
    Dokter Patricia juga menginformasikan tentang beberapa pendapat ahli, seperti Ottenbacher (1987), Krywnio (1994),  yang semakin memperkuat bahwa pijat bayi besar manfaatnya bagi tumbuh kembang anak, seperti. Pijat bayi, demikian lanjut Patricia, dapat merangsang atau menstimulir taktil - kinestetik, meningkatkan komunikasi verbal dan perwujudan rasa cinta kasih orang tua. "Pijat bayi tidak hanya dilakukan oleh ibunya, ayahnyapun boleh melakukan pemijatan. Intensitas komunikasi dengan bayi perlu ditingkatkan saat pemijatan. Dan pada saat orang tua belum kondusif seperti perasaanya belum tenang, saat marah, sedih, dan sebagainya, sebaiknya tidak melakukan pemijatan. Pemijatan harus dilakukan dengan tulus…..", demikian paparnya.
    Selain menginformasikan secara lengkap tentang pijat bayi dari aspek tumbuh kembang anak, dokter Patricia juga memberikan kepada peserta dasar teori dan manfaat stimulasi pijat  pada bayi.  Menurutnya, terdapat dasar biologis konsep "periode kritis", yakni sensitivitas organ saat fase pertumbuhan cepat terhadap pengaruh luar/ lingkungan/ ekosistem yang bisa menghambat atau menunjang pertumbuhannya. Pada pertumbuhan anak dikenal juga dengan periode "zero to three", yang merupakan "golden periode". Periode kritis, menurut dokter spesialis anal RS Telogorejo itu, harus benar - benar diperhatikan. Selain itu, karakertistik periode kritis dan plastisitas yang tinggi pada batita antara lain terjadinya pertumbuhan sel otak yang berlangsung cepat, peka terhadap stimulus dan pengalaman dan fleksibilitas dalam mengambil alih fungsi sel sekitarnya.
    Di  akhir ceramahnya, dokter Patricia meyakinkan audiens dengan menunjukkan beberapa kepustakaan yang berhubungan dengan pijat bayi, misalnya pelenitian Vickers dan kawan - kawan (2004) dengan 131 penelitian yang tidak menemukan efek samping pemijatan, demikian juga Zealey (2005) yang mengatakan bahwa hasil critical review terhadap 76 penelitian, yang hasilnya tidak didapatkan data adanya efek yang berbahaya dari pemijatan.
    Demikianlah laporan ceramah tentang Pijat Bayi Penangaruhnya Pada Tumbuh Kembang. Bayi yang ingin mengetahui bagaimana cara melakukan pijat bayi bisa datang ke BKIA RS Telogorejo Semarang atau telepon (024) 8448448 pesawat 6201